Sunday, June 21, 2009

Aku jadi kangen pada senyum malu mu
dan
bau sisi rahang mu.

10 comments:

Shaira Amira said...

Macam Pipi je. :P

sinaganaga said...

2nd.

Alina said...

Haha.

Siapakah ini?

Perempuan cerdas said...

Mia : Uhuk,bahaya ni boleh merusuh penggemar penggemar Pipi.

Sinaganaga : Nanti update,sila bagi tanda sebab nak komen first. Auw ;)

Alina : Tekalah, doll.

M

sinaganaga said...

MIMOSA PUDICA

Akukah
yang malu
atau engkaukah
yang menyentuh aku bertalu-talu?

Perempuan cerdas said...

Sinaganaga : By far,ini puisi paling indah dari awak. :)

Boleh saya repost ini sebagai salah satu puisi kegemaran dari awak?

M

sinaganaga said...

M,
Bisa saja. :)

F said...

hei perempuan cerdas...
aku suka puisi kamu....
kamu seolah2 menceritakan tentang aku....
hei, mungkin kamu takkan tau
tapi
kamu sudah jadi idolaku...
aku mau berpuisi seperti kau...

"kalau inilah tanah harammu
aku sanggup jadi orang berdosa
kerna kata-katamu
jadi lampu dalam nerakaku"

Perempuan cerdas said...

Dear F,

Thank you. :))

M

NAJIHA said...

suke ngan balasan F itu
suwitt
ahaks~
=P