Dia pandang terus ke mataku,kepala sedikit melentok ke kanan dan kata,
Why arent you stopping me?
What for?,aku tanya.
Dia menggosok hidung dan sambut,I am leaving you.And everything.I'm going away.Lama.Berbulan.Kutub dunia berseberangan.Ada hari aku akan menaliponmu.
Ada hari tidak.Mungkin kita akan tidur malam merisaukan masing masing.
Mungkin tidak.
Aku senyum.
Ya,aku kata. Tarik nafas kemudian sambung,But would you rather think about all things you could have done while you stayed here with me? I dont want you to be disconnected.
I am not going anywhere.And so are you.Dan kita berdua tahu itu.Isn't that enough?
It is for me.But you?,dia tanya laju.
Pada titik dalam perbualan ini dia separa berada dalam pelukanku,
aku duduk di atas meja makan kami dan dia berdiri di antara dua kaki ku.
Aku usap telinga kanan nya,
dan tangan kiriku mengikut alur tulang rahangnya.
Ya.Cukup.You are the man I am in love with.
On so many different levels.
After these few months,you will come back different.
Maybe lebih hitam dan nonchalant.
I'd probably have a different haircut.Read a few good books.
Lost a few kilos while missing you.
And I look forward to the sexy goatee
you always bring back from your little expeditions,
aku cubit dagu dia.
Dia tunduk.
Aku dongak sedikit,bibir di dahinya dan bisik-
Take a million pictures of Siberia.
And pictures of you being a total goof trying to conquer it.
And miss me.
3 comments:
Aaa... sayang! I tak pergi Siberia. I pergi Kampala! Haiyah!
Ahahha.
Mengada!
M
Erm.
Aduh.
Post a Comment