Wednesday, April 1, 2009

Profunda -

"Jadi", dia memandang aku,menyedut cancer stick dalam dalam dan hembus, "kamu tahu yang aku cemburu?"

Aku senyum dan lembut berkata, "Iya.Sentiasa."

Dia memandang aku.
Hampir seminit barangkali.
Berdua pegun dan mata galak berbicara.

Aku mengangkat kening.
Dan menggerakkannya secara komikal.

Matanya kulihat tersenyum.
Aku senyum,
berjalan ke arahnya,
memegang kedua sisi pipinya
dan
tenung matanya dekat dekat.

"Cinta kamu tahu.Jadi jangan pernah kamu diamkan aku."

[ Dan sekiranya aku kamu dan dia boleh berubah bentuk,
aku pasti saat itu dia meleleh setetes demi setetes
berkumpul di lantai membasahi
sepatu
kaki
dan stokin ]

No comments: